Rabu, 17 Juni 2009

Gambaran Umum Proses Audit

• GAMBARAN UMUM PROSES AUDIT

Tujuan menyeluruh dari suatu audit laporan keuangan adalah untuk menyatakan pendapat apakah laporan keuangan klien telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP). Terdapat 7 langkah pokok yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan audit laporan keuangan :

1. Memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industry

2. Mengidentifikasi asersi laporan keuangan yang relevan

3. Membuat keputusan tentang jumlah yang material bagi para pengguna laporan keuangan

4. Membuat keputusan tentang komponen risiko audit

5. Memperoleh bukti melalui prosedur audit, termasuk prosedur untuk memahami pengendalian intern, melaksanakan pengujian pengendalian, dan melaksanakan pengujian substantif

6. Menetapkan bagaimana menggunakan bukti untuk mendukung suatu pendapat audit, komunikasi kepada klien lain, serta jasa bernilai tambah

7. Mengkomunikasikan temuan-temuan

Komunikasi kepada para pengguna laporan keuangan melalui pendapat audit, komunikasi lain yang diperlukan kepada komite audit, komunikasi temuan yang berkaitan dengan jasa bernila tambah lain.

PENGETAHUAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI

Auditor harus memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang bisnis dan industri klien agar dapat memahami peristiwa-peristiwa, transaksi-transaksi, dan praktik-praktik yang dapat berpengaruh secara signifikan pada laporan keuangan. Beberapa contoh bagaimana pemahaman atas bisnis dan industry dapat memastikan mutu yang tinggi atas jasa yang diberikan kepada klien :

MENGEMBANGKAN HARAPAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pengembangan ini melibatkan pengguna pengetahuan tentang kinerja bisnis untuk mengembangkan harapan atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Pertama, kesadaran terhadap kecenderungan dan faktor-faktor persaingan membantu auditor dalam mengembangkan harapan atas laporan keuangan dan untuk mengevaluasi risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan. Pengetahuan atas kecenderungan bisnis merupakan hal yang penting untuk menilai kelayakan kegiatan operasi, keuangan, dan investasi organisasi.

Selain itu, lingkungan bisnis telah mendorong pengambilan resiko sampai derajat tertentu. Untuk itu auditor harus terampil mengenali resiko yang dapat menggagalkan rencana strategis perusahaan. Agar dapat melaporkan secara tepat kondisi keuangan perusahaan-perusahaan yang sedang bertumbuh, para auditor tidak hanya dituntut memiliki pemahaman yang mendalam atas prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) dan standar auditing yang berlaku umum (GAAS) tetapi juga memiliki tingkat ketajaman bisnis yang tinggi.

PENGARUH INDUSTRI TERHADAP SISTEM INFORMASI

Pemahaman atas bisnis dan industry akan membantu seorang auditor memahami masalah-masalah system informasi (information system issues) yang penting bagi seorang klien. Auditor harus senantiasa melakukan pendekatan audit dengan pemahaman praktik terbaik dalam industry terkait, serta memahami implikasi pekerjaan audit, ketika system informasi dan pengendalian intern perusahaan berbeda dari praktik industry pada umumnya.

MENGEVALUASI KELAYAKAN ESTIMASI AKUNTANSI

Pengetahuan tentang bisnis dan industry akan membantu auditor dalam mengevaluasi kelayakan estimasi akuntansi (reasonableness of accounting estimates) serta representasi manajemen. Pemahaman auditor tentang praktik bisnis dan tekanan persaingan dalam suatu industry akan menjadi dasar untuk menilai kelayakan penyajian klien dan membuat pertimbangan professional yang bermutu tinggi atas laporan keuangan. SAS 61 (AU 380), Communication with Audit Committees (Komunikasi dengan Komite Audit), menghendaki auditor untuk mendiskusikan pertimbangan-pertimbangan dan estimasi akuntansi yang signifikan dengan komite audit.

ASERSI MANAJEMEN

Tujuan menyeluruh dari audit laporan keuangan adalah untuk menyatakan pendapat apakah laporan keuangan klien telah menyatakan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan GAAP. Laporan keuangan terdiri dari asersi manajemen yang eksplisit dan implicit. Asersi merupakan pedoman auditor dalam pengumpulan bukti. Terdapat 5 kategori asersi laporan keuangan :

a. Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence)

Asersi ini berkaitan dengan apakah aktiva atau kewajiban entitas memang benar-benar ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat benar-benar telah terjadi selama peiode tersebut. Perhatian auditor tentang kategori asersi ini terutama berkaitan dengan lebih saji (overstatement) komponen laporan keuangan sebagai akibat dicantumkannya item-item yang sebenarnya tidak ada atau pengaruh dari transaksi yang tidak pernah terjadi.

b. Kelengkapan (completeness)

Asersi ini berkaitan dengan apakah semua transaksi dan akun yang harus disajikan dalam laporan keuangan benar-benar telah dicantumkan. Secara khusus asersi kelengkapan ini penting dalam menentukan apakah suatu entitas dapat diaudit (auditable) atau tidak.

c. Hak dan Kewajiban (rights and obligations)

Asersi mengenai hak dan kewajiban (rights and obligation) berkaitan dengan apakah aktiva telah menjadi hak entitas dan hutang memang telah menjadi kewajiban entitas pada suatu tanggal tertentu. Asersi ini pada umumya berkaitan dengan hak kepemilikan dan kewajiban hukum.

d. Penilaian atau alokasi (valuation or allocation)

Asersi mengenai penilaian atau alokasi (valuation orallocation) berkaitan dengan apakah komponen active, kewajiban, pendapatan, dan beban telah dicantumkan dalam laporan keuangan dengan jumlah yang semestinya yang berarti sesuai dengan :

1. GAAP

Menentukan apakah jumlah yang ditetapkan telah sesuai dengan GAAP menunjukkan pengukuran yang benar atas aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban, yang mencakup hal-hal:

• Penerapan prinsip penilaian yang benar seperti harga perolehan, nilai bersih yang dapat direalisasikan, harga pasar, dan nilai sekarang

• Penerapan prinsip penandingan yang benar

• Kelayakan estimasi akuntansi manajemen

• Konsistensi dalam penerapan prinsip akuntansi

2. Kecermatan Klerikal dan Perhitungan

Kecermatan ini berkaitan dengan masalah-masalah kecermatan dalam pengisian data rinci pada dokumen sumber, dalam catatan ayat jurnal, dalam posting ke buku besar, serta dalam menjaga kesesuaian antara akun pengendali (control account) dan buku besar pembantu (subsidiary ledgers)

e. Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)

Asersi mengenai penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure) berkaitan dengan apakah komponen tertentu laporan keuangan telah digolongkan, diuraikan, dan diungkapkan sebagaimana mestinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar